Mengenal 2 Penyakit Utama Saat Kemarau

Mengenal 2 Penyakit Utama Saat Kemarau

Udara panas mengundang keringat serta membuat sumber air bersih berkurang. 

Saat kemarau pula, lingkungan cenderung tidak sehat, akibat debu dan asap yang ada di sekitar. 

Keadaan-keadaan semacam ini memicu masalah pada kesehatan. 

Praktisi kesehatan, Dr. dr. Ari F Syam SpPD mengungkap, 2 penyakit yang paling sering menyerang saat musim kemarau akibat kondisi tadi adalah infeksi saluran nafas atas dan diare. 

Debu, asap, ditambah masalah keterbatasan air bisa merangsang iritasi di saluran pernafasan atas. 

Udara panas memicu haus dan ingin minum air dingin atau ditambah es. Jika sudah ada tanda-tanda iritasi, keadaan ini bisa memperburuk keadaan dan menyebabkan infeksi saluran pernafasan. 

Upaya pencegahan terhadap penyakit infeksi saluran pernafasan atas yang disarankan dr Ari Syam adalah menghindari paparan udara langsung, memperbanyak asupan air bersih bersuhu ruangan agar tenggorokan tidak kering dan tidak teriritasi. 

Kondisi lingkungan kotor akan memancing lalat tambah banyak. Makanan dan minuman pun akan lebih mudah tercemar. Hal ini membuat angka kejadian diare meningkat. 

Dihimbau dr Ari, kemungkinan peningkatan kasus diare harus diantisipasi, terutama oleh Puskesmas, khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami krisis air bersih.

"Jika mengalami diare, yang harus dicegah adalah keadaan kekurangan cairan dan elektrolit. Jika tidak terdeteksi dan tidak tertangani baik akan menyebabkan komplikasi lanjut. Seperti gangguan fungsi ginjal sampai menyebabkan kematian," terang dr Ari. 

Untuk penanganan diare, dr Ari menyarankan, cairan yang mengandung elektrolit seperti oralit sebaiknya segera diberikan dan disesuaikan dengan jumlah atau banyaknya feses cair yang dikeluarkan. 

Jika kondisi dehidrasi cukup berat atau pasien tidak bisa mengkonsumsi minuman akibat mual dan muntah, maka pasien perlu perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi.

Obat-obatan yang diberikan adalah obat anti diare untuk memberhentikan diare, antibiotika untuk membunuh kuman penyebab diare tersebut. Walau sebenarnya tidak semua diare tersebut karena infeksi oleh karena itu tidak semua diare tersebut perlu antibiotika. 

Obat-obatan lain juga kadang diperlukan untuk mengurangi gejala-gejala tambahan pada penderita diare tersebut. Gejala-gejala tambahan diatasi dengan obat-obatan, misal, jika terjadi demam diberikan obat penurun panas, jika mual sampai muntah dapat diberikan obat anti muntah. Jika terjadi mulas, kadang kala diberikan obat antikejang usus (antispasmodik). Obat anti diare harus diberikan dengan bijaksana jika berlanjut harus segera mencari pertolongan medis.

Langkah pencegahan diare, menurut dr Ari, selain menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum makan, dan sebagainya, juga harus memperhatikan tempat membeli makanan atau minuman. Adanya binatang, seperti lalat dan kecoa, sudah pertanda kondisi tidak bersih.
Penulis: Nadia Felicia


Artikel Yang Disukai :



 
Copyright © SEHAT DAN CANTIK | Powered by Blogger